tuan jaksa
September 8, 2008
tidak banyak yang dengar, di kamar kecil, setelah vonis 20 tahun penjara diucapkan seperti petir yang disambut cemas-cemas harap, “saya kan wayang, mas”.
Kamis siang itu, 4 september 2008. di pengadilan tipikor, di satu tempat dimana harapan dan kepercayaan mulai dapat tumbuh, di satu gedung hampir tak terawat, orang-orang berdiri berdesakan. menunggu keadilan untuk tuan jaksa pemeras, tuan jaksa korup, tuan jaksa ….cuih. dan, riuh tepuk tangan, helaan nafas panjang memenuhi ruang ketika hakim bilang, “tidak ada alasan meringankan!”. Berbelit-belit.
Ia terbukti melindungi salah seorang pengusaha busuk, yang tambun diantara belulang dan antrian rush ekonomi makro negeri ini. menjilat dengan lidah kewenangannya.
tp, ah, janganlah kebencian ini membuat ku tidak adil….
orang mulai berharap pada satu tangan besi yang mulai tajam dan jadi semakin keras untuk penghisap darah rakyat itu. pada komisi dengan huruf tengah berwarna merah. tapi, ah tidak..mereka masih berdalih, bung. masih plintat-plintut cari-cari alasan agar tidak bisa tangani kasus si pengusaha busuk. ayolah jangan jadi tumpul lagi, jangan jadi pemangkas tunas yang mulai tumbuh ini…
kau memang kami pilih berdiri di depan, tapi, awas, jangan main-main!!!
November 1, 2009 at 12:54 am
sampai kapan kau akan kotor dan korup pak jaksa? bagaimana denganmu bu jaksa?