menjadi musuh
August 24, 2008
Pemberantasan korupsi pun agaknya juga butuh musuh. Seperti perang, yang hampir tidak menarik jika hanya lengang tanpa lawan. Seperti sekumpulan anggota parlemen juga, mungkin. Yang mencoba “membuat meriah” perang terhadap korupsi akhir-akhir. Tiba-tiba mengusulkan revisi kewenangan penyadapan KPK. Mereka bilang, “KPK tidak boleh seenaknya menyadap telpon genggam siapapun (baca: khususnya kami anggota dewan terhormat). Karena, melanggar HAM? Gila. HAM dari “hongkong”???
Kegilaan seperti ini, tentu bukan hal baru. sebelumnya sudah 7 institusi khusus pemberantasan korupsi dibunuh beberapa saat sebelum menyentuh kekuasaan. Dan, saat ini, DPR! Mencoba menafikan hak asasi pihak yang diwakilinya sendiri. Mengesampingkan moralitas dan tanggungjawab. Lebih memposisikan diri sebagai maling ketimbang “kakak” yang baik. Menjadi musuh.
August 25, 2008 at 5:29 pm
apa artinya nih, pak??
saya yang lagi di hongkong gak ngerti ada HAM dari “hongkong”??
yah, sepertinya para wakil rakyat itu memang benar-benar mewakili rakyat, bukankah mereka juga rakyat? hehe.. lucu ya, pak..
ah.. jadi ingat cerpennya Seno.. Wakil Rakyat..
salam, pak..
halaman merah putih ini agak ‘mengerikan’ menurut saya..